Biografi Imam As-suyuthi
Nama dan nasabnya :
Nama asli beliau Abdurrahman bin abu bakar bin Muhammad bin abu bakar bin umar bin kholil bin nasr bin khidr bin himam al-jalal bin kamal bin nasiruddin assuyuthi. Dia dikenal dengan ibnu assuyuthi.
Beliau adalah seorang yatim. Ayahnya wafat ketika dia berumur lima tahun tujuh bulan . Beliau di besarkan dari keluarga yang berketurunan mulia. Beliau memiliki kecerdasan sejak kecil.
Assuyuthi menceritakan kepada kami dalam kitabnya husnul muhadoroh tentang keluarganya, beliau berkata:
" Adapun kakekku yang tertinggi adalah himam addin. Beliau adalah seorang ahli ilmu dan cerdas. Selain beliau, banyak yang menjadi peninggi negara. Ada juga yang menjadi wali hakim didaerah setempat. selain itu juga ada yang menjadi pedagang pada masa itu. Kemudian, assyuyuthi membangun sekolah yang telah di waqofkan oleh kakek-kakeknya dahulu. Mereka adalah kalangan yang kaya raya. Sehingga As-suyuthi pernah mengatakan bahwasanya aku tidak tau siapa yang telah banyak memberikan bantuan kecuali kedua orangtuaku".
Pendidikannya terhadap ilmu:
Imam As-suyuthi bercerita tentang perjalanannya dalam menuntut ilmu, dia pun berkata: bapakku pernah membawaku ke tempat Syekh Muhammad Majzub beliau adalah seorang wali besar yang memiliki kepercayaaan yang tinggi. Dia telah mengajarku dan memuliakanku. Aku hidup dalam keadaan yatim, namun aku telah hafal qur'an sejak berumur delapan tahun. Selain itu juga aku hafal teori fiqh dan usulnya( ushul fiqh), dan alfiah ibnu malik. Aku mulai sibuk dengan ilmu sejak tahun enam puluh empat. Aku belajar nahwu maupun fiqh bersama para syekh( kumpulan syekh). Aku juga mempelajari ilmu faroidh dari 'allamah fardhi sezaman dengan syekh syihabuddin assayar masyahi sebagaimana dikatakan: sesungguhnya beliau sangat tua sekali, hingga mencapai seratus tahun dari umurnya. Hanya Allah yang mengetahui hal yang demikian. Aku mempelajari syarah 'alal majmu'. Sehingga aku mendapat kepercayaan mengajar bahasa arab. Ianya bermula ketika tahun enam puluh enam.
Pada tahun ini juga aku mengarang berbagai macam kitab. Adapun kitab yang pertama adalah syarhu al-isti'azah wal basmalah. Aku mempelajarinya dari syekh islam 'alamaddin al-balqini. Aku juga menulis resensi buku tersebut. Kemudian, setelah wafat beliau akhirya aku belajar fiqh bersama anaknya.. aku juga mempelajari kitab tentang attadrib sampai ke bab wikalah. Selain itu juga, aku mempelajari kitab alhawi assoghir ilal adad , alminhaj ila azzakah, attanbih ila qorib dari bab zakat, sedikit dari kitab arroudoh dari bab qodo'.begitu juga sedikit dari kitab syaroh minhaj punya azzarkasi. Aku juga mempelajari kitab kebangkitan setelah kematian ( ihyail mawat ilalwasoya) dan lain-lain. Akhirnya pada tahun tujuh puluh enam aku diberi kepercayaan untuk mengajar.
Aku juga belajar bersama syekh islam sarofaddin almanawi, kemudian aku membaca sedikit dari kita al-minhaj. Selain itu juga aku membaca kitab al-bahjah dan tafsir baidhowi. Aku juga pernah belajar hadist dan bahasa arab kepada ulama syekh taqoddin assyamanli alhanafi. Aku mempelajarinya selama empat tahun. Aku juga menulis resensi buku syarah alfiah ibnu malik dan semua kumpulan bahasa arab yang dikarang. Beliau benar-benar berjasa padaku. Semua perkataannya bersandarkan pada hadist.
Kemudian, aku juga belajar bersama ulama ustadz alwujud muhyiddin alkafiji selama empat belas tahun. Aku banyak mempelajari kitab bersama beliau. Misalnya, tentang tafsir, usul, bahasa arab, ma'ani dan sebagainya. Aku juga mendapatkan penghargaan atau ijazah dari beliau.
Dan yang terakhir. Aku belajar kepada syekh saifuddin alhanafi. Diantaranya; alkassyaf, attaudhih wahasyiah 'alaihi dan talkhis almiftah.
Kedudukanya dalam ilmu
Kita telah di paparkan tadi perjalanan hidup imam suyuthi. Beliau termasuk ulama yang memiliki kedudukan tinggi.Beliau banyak mendapatkan penghargaan besar dari para syekh yang termashur. Imam suyuthi mampu menyusun dan mengarang kitab. Dia mulai mengarang atau menulis buku yang pertamanya sejak berumur tujuh belas tahun., yaitu pada tahun 866 Hijriah. Adapun kitab yang pertama kali dikarang adalah (( syarh al'isti'azah wa bismillah)). Beliau menyebutkan dalam ((husnul muhadhoroh)) kitab yang dikarangnya sebanyak tiga ratus. Selain itu juga, ibnu iyyas menyebutkan dalam kitab (( tarikh misr)) bahwa karangan imam suyuthi lebih dari enam ratus buku. Ibnu qodhi menyebutkan ada seribu karangan. Dan sebagian ulama kontemporer menyebutkannya sebanyak sembilan ratus karangan.
Akhlak beliau
Imam suyuthi rohimahullah seorang yang mulia, soleh, taqwa, rendah hati dan rajin. Beliau juga sangat cerdas dan berpikir tangkas. Dia memiliki ketajaman otak , kata-katanya penuh bermanfaat, semuanya terbukti dalam kitabnya yang berjudul (( husnul muhadhoroh)).
Kesungguhannya dalam fiqih
Kita mengetahui bahwa imam suyuthi banyak mempelajari fiqih dari ulama-ulama pada masanya. Dia pernah belajar kepada assyams assyarmasahi minhaj al-fiqh punya imam annawawi dan .minhaj al-usul. Dan masih banyak lagi kitab yang beliau pelajari yang tidak kami sebutkan disini.
Sejarah wafat, sakit dan tempat di makamkan
Beliau sakit selama tujuh hari berturut-turut smpailah beliau wafat. Menurut sejarah, beliau wafat pada malam jum'at sembilan belas jumadil awal tahun (911 H).
Adapun sakit yang ia derita adalah ada bengkakan lengan sebelah kirinya. Ustadz muhammad 'anan berkata: ketika sakit beliau masih sempat mengajar ilmu hadist kepada kami. Padahal sakit yang di deritanya adalah penyumbatan pembuluh darah.
Beliau wafat ketika berumur enam puluh satu tahun sepuluh bulan delapan belas hari. Beliau di sholatkan oleh muridnya assya'roni di roudoh bertepatan dengan sholat jum'at di mesjid al-abariqi. Kemudian sholat yang kedua di laksanakan di mesjid baru mesir 'atiqoh. Wallahu a'lam bisshowwab..