Senin, 30 Januari 2012

pengertian Alquran menurut bahasa (etimologi)

1. Alquran

Pengertian Alquran (etimologi /bahasa)
Secara bahasa merupakan mashdar dari  قرأ " "dengan hamzah, yg mengandung makna diantaranya  الجمع والضمّ ,  yaitu kumpulan, gabungan/himpunan. kata " قرأ "  juga memiliki kandungan makna yang sama dengan kata " قرى "  dengan huruf Ya ( ى ) , seperti yang diungkapkan oleh ibnu Faris [1] ; huruf Qaf ( ق ), Ra’ ( ر  ) , dan huruf mu’tal ( ى )[2]  merupakan asal kata yang menunjukkan ‘’ kumpulan, perkumpulan’’ ( الجمع ولإجتماع ) . misalnya : kampung/ perkampungan ( القرية  ),dikatakan kampung ( قرية ) karena adanya perkumpulan manusia didalamnya. Dan orang arab mengatakan ; قريت الماء في المِقرَة : جمعته,   dan المِقراة artinya الجفنة : mangkok besar. Dikatakan المِقراة   karena merupakan tempat dimana dikumpulkannya berbagai hidangan untuk tamu atau tempat dimana didalamnya terdapat makanan ( سميت لإجتماع الضيف عليها, أو لما جُمع فيها من طعام  ). Dan apabila huruf ‘ya’ diganti dengan huruf hamzah ( و إذا هُمِز هذا الباب ) maka akan memiliki arti yang sama. Mereka mengatakan ( suku arab  ) ما قرأت هذهِ الناقة سَليً , كأنه يراد أنها ما حملت قط.  ( unta itu sama sekali tidak hamil).  Ummu kulsum dalam bait syairnya menuliskan
ذِراعي عَيْطلٍ أدماءَ بكر                                                  هجان اللون لم تقرأ جنينينا                  
  Mereka mengatakan (suku arab) : termasuk Alquran (القرآن ) , disebut Alquran karena didalamnya terdapat kompilasi hukum-hukum Syariat dan kumpulan berbagai kisah-kisah terdahulu dan sebagainya.[3]
Ibnu Faris al-Jauhary juga menjelaskan pengertian قرى ,قرأ   dalam bukunya الصحّاح  , yang menguatkan akan arti قرى ,قرأ   seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya.[4]
Ar-Ragib al-Ashfahany berkata: dan Alquran ( القرآن ) pada dasarnya merupakan mashdar seperti halnya : كفران , و رجحان ,  Firman Allah Swt : إن علينا جمعه و قرءانه , فإذا قرأنه فاتبع قرءانه . القيامة: 17-18   .
Dan Kitab Suci yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw diberi nama khusus Alquran, sama halnya dengan penamaan  Taurat ( kitab suci nabi Musa alaihis salam) dan Injil ( kitab suci nabi Isa alaihis salam). Salah satu  alasan yang menjelaskan kenapa kitab suci nabi Muhammad Saw diberi nama Alquran ialah ; bahwa Alquran merupakan kitab suci yang didalamnya terdapat (terkumpul) hukum-hukum yang ada pada kitab-kitab suci sebelum Rasulullah Saw ( Injil, Taurat, dan Zabur). Bahkan beberapa cabang ilmu terdapat/terkumpul dalam Alquran, sebagaimana Firman Allah swt:   يوسف : 111  .. "وتفصيل لكل شيء " dan juga Firman-NYa : .... " تبيانا لكل شيء" النحل : 189  [5]
Dari beberapa pendapat dan nash-nash  diatas dapat kita simpulkan bahwa : kata Alquran secara bahasa mengandung makna pengumpulan / penghimpunan( penggabungan ), (kumpulan atau himpunan/gabungan). Sebab substansi (isi) Alquarn terdiri dari kisah-kisah terdahulu( historical contents), pelarangan dan pembolehan (hukum-hukum),dan banyak lagi.
Sedangkan fairuz abady ( الفيرز آبادي ) menambahkan:  bahwa Alquran  القرآن (kitab suci yg diturunkan kepada Rasulullah Saw) diberi nama dengan nama tersebut ( yaitu Alquran), sebab didalamnya terkumpul  huruf-huruf  dan kalimat-kalimat , dan dikarenakan Alquran merupakan kumpulan dari segala hukum-hukum, kebenaran-keberanan (yg terjadi dahulu maupun yang akan terjadi), juga petuah-petuah dan hikmah.[6]  
Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa Alquran merupakan mashdar dari  قرأ  yang mengandung makna  تلا  sedangkan mashdarnya  adalah تلاوة   yang artinya membaca dengan mentadabburi maknanya (secara bersamaan) .  maka istilah tilawah dikhususkan kepada kitab-kitab suci Allah (Alquran, Injil, Taurat, Zabur) yang diturunkan kepada RasulNya dan NabiNya baik melalui Bacaan atau lukisan (tulisan) dimana didalamnya terdapat perintah-perintah, larangan-larangan, penyemangat dan peringatan, atau lain sebagaianya. Dan kata Tilawah  sendiri mengandung makna yang lebih khusus dari pada kata Qiraah , maka setiap Tilawah adalah Qiraah dan tidak setiap Qiraah adalah Tilawah (karena orang yang membaca tanpa mentadabburi maknanya  itulah qiraah sedangankan apabilah ia membaca dan mentadabburinya secara bersamaan maka disebut sebagai tilawah).[7]
Diriwayatkan dari Imam Syafii ra, beliau berkata: Alquran adalah nama (khusus) bukan mahmuz ( terdapat hamzah pada penulisaanya ) dan bukan merupakan asal kata dari qoraa  قرأ   , akan tetapi dia (Alquran) adalah nama khusus kitab suci Rasulullah Saw, sebagaimana Injil bagi nabi Isa alaihis salam, taurat bagi nabi Musa alaihis salam, dan zabur bagi nabi Daud alaihis salam. Jika seandainya dia (Alquran)  diambil (berasal) dari kata قرأ  maka setiap yang dibaca dari kitab-kitab selain kitab Suci Alquran dapat disebut Alquran, tidak… tapi itu ( nama Alquran) adalah nama khusus bagi Alquran.
Imam Suyuti berkata: pada hakikatnya , penulisaan Alquran ‘’ القرآن ‘’ tanpa Hamzah (ء  ( merupakan takhfîf ( untuk meringankan), dan baris (harokah ) hamzah diganti menjadi sukun ( ْ ) sebelumnya. Ar-ragib berkata: sesungguhnya dia( Alquran) disebut Alquran sebab didalamnya terdapat(terkumpul) hukum-hukum (ilmu-ilmu) yang ada pada kiab suci lainya, bahkan karena pada Alquran terdapat segala ilmu-ilmu( social,agama, sains, dll).  Kemudian Imam qothrob (  قطرب )berkata: disebut sebagai Alquran, karena pembacanya menjelaskan dan menerangkan seluruh apa yang ada pada Alquran (isinya). Dari beberapa pengertian diatas , maka dapat kita simpulkan bahwa orang-orang arab terdahulu memakai kata Qoroa قرأ   memiliki makna yang berbeda dengan kata tilawah . sedangkan kata tilawah  diserap oleh orang arab pertama kalinya dari bangsa Aramiya, adapun bahasa Aramiya, habasyiah dan farisiyah sedikit banyak telah mempengaruhi corak dan gaya bahasa arab ketika itu, sebab pada masa itu, ketiga bahasa tersebut merupakan bahasa yang dipakai oleh  bangsa yang dikenal cukup maju, dan penuh peradaban pasa zamanya. Dan bangsa arab merupakan bangsa yang bertetangga dengan mereka, dan dialektika bahasa aramiyah telah mempengaruhi tanah palestina, syiria dan sebagian wilayah irak. Dan kita ketahui bersama bahwa , bangsa arab yang bertetangga dengan bangsa yahudi dimana orang - orang yahudi ketika itu menggunakan bahasa aramiyah, menjadi faktor penyebab cepatnya penyebaran ( pengaruh) dialektika bahasa aramiyah kepada bangsa arab, diantaranya lafahz-lafahz diniyah (istilah-istilah agama yahudi aramiyah). Maka diseraplah kata qora’a قرأ   yang mengandung makna تلا- تلاوة   disebabkan oleh pengaruh bangsa yang bertetangga dengan bangsa Arab. [8]

[1] مقاييس اللغة لإبن فارس  halaman 78-79 jilid 5

[2]
Dalam bahasa arab ada istilah huruf mu’tal ( الحرف المعتل ) yaitu huruf Alif, Waw dan Ya ( ا, و , ى )

[3]
مقاييس اللغة لإبن فارس  ibid

[4]
الصحاح  hal, 65 jilid 1, kata قرأ

[5]
معجم مفردات ألفاظ القرآن : للراغب:  hal 414

[6]
بصائرذوي التمييز   hal 84 jilid 1

[7]
: ص 71-72  معجم مفردات للراغب

[8]
أنظر مباحث في علم القرآن . د. صبحي الصالح . ص 19و20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar