... .. 'Amru bin Said bin 'Ash mengingatkan Husein bin Ali agar senantiasa selalu berhati-hati selama perjalanan, terutam jika mereka menjumpai setiap orang yang datang dari Kufah,. dan selama perjalanan juga, banyak daripada pemuda-pemuda kabilah bergabung dengan mereka , setiap mereka melalui satu perkampungan atau Kabilah.
kemudian, datanglah seorang utusan yang mengabarkan bahwa saudara sepupunya ( Muslim bin Aqil yang diutus oleh Husein bin Ali ke kota Kufah sebelumnya) sudah terbunuh. dan penduduk kufah yang sebelum sudah menyatakan sumpah setia /baiat terhadapnya sama sekali tidak menolong saudaranya, dan berlepas tangan disebabkan takut akan keganasan/kekejaman Gubernur Kufah Ubaidillah bin Ziyad, atau dikarnakan mereka penduduk kufah tergoda dengan harta/uang yang telah diberikan oleh gubernur kufah kepada mereka, akhrnya mereka ( Syiah Kufah/Penduduk Kota Kufah) berlepas tangan.
hal-hal tersebut sempat membuat Husein bin Ali berfikir untuk balik ke kota Makkah, namun saudara-saudara Muslim bin Aqil ( utusan yang terbunuh) mengatakan " kami tidak akan balik sebelum kami membalas dendam" kemudian Husein bin Ali menjawab " tiada kebaikan dalam hidup kalian setelah ini ".
Husein bin Ali beserta rombongannya melanjutkan perjalanan mereka, kemudian kabar bahwa utusan kedua yang dia utus ke kota kufah untuk mengabarkan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju kota kufah juga telah Terbunuh. Lantas Husein bin Ali memberitahu para pengikutnya, dan mejelaskan betapa pengecut dan hinanya para penduduk Kufah.
Husein bin Ali memberikan dua pilihan kepada rombonganya, pertama; boleh pergi meninggalkannya dalam artian tidak ikut lagi ke kota Kufah, atau kedua; memilih untuk tetap ikut bersamanya. setelah hal tersebut disampaikan Husein bin Ali kepada para pengikutnya, maka banyak diantara mereka yang sebelumnya ikut bergabung ditengah jalan, meninggalkan Husein bin Ali, dan yg tersisa hanya mereka yang sedari awal ikut bersamanya sejak dari kota Makkah.
*** ternyata Khalifah Umayyah , Yazid bin Mu'awiyah selalu mengawasi gerak gerik Husein bin Ali, sejak saat mereka bersama-sama pernah tinggal di kota madinah ( pada masa mudanya). saat Yazid bin Mu'awiyah mengetahui kabar bahwa Husein bin Ali akan berangkat menuju kota Kufah, Yazid bin Mu'awiyah menulis surat kepada para Shahabah yang berada di kota Makkah untuk menahan Husein bin Ali agar tidak meninggalkan kota Makkah, diantara mereka yang disurati adalah Abdullah bin Abbas Ra. akan tetapi Husein bin Ali bersikukuh untuk tetap pergi ke kota Kufah.
disaaat Husein bin Ali sudah mendekati Kota Iraq, maka Yazid bin Mu'awiyah mengirim surat kepada Gubernurnya, Ubaidillah bin Ziyad yang isinya, agar Ubaidillaah bin Ziyad meng-amankan setiap jalan yang akan dilalui oleh Husein bin Ali menuju kota Kufah, dan supaya menahan setiap orang dari penduduk kota Kufah yang dituduh membantu Husein bin Ali .
***** bersambung...
dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 43-44.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar