Husein bin Ali bin Abi Thalib menolak untuk berbaiat kepada putra Makhkota , bahkan Mu'awiyah bin Abi Sufyan kala itu seorang Khalifah pun tidak berhasil untuk membujuk Husein bin Ali untuk berbaiat kepada putranya Yazid bin Mu'awiyah. ketika Mu'awiyah mengetahui bahwa Husein bin Ali bakal keluar/tidak ingin bergabung dengan pemerintahan umayyah dibawah pimpinan putranya, maka menjelang ajalnya , " Mu'awiyah berpesan ( berwasiat kepada Putranya Yazid bin Mu'wiyah) untuk memperhatikan Husein bin Ali, putra dari seorang ibu bernama Fatimah binti Rosulillah saw, karena Husein bin Ali merupakan orang yang paling dicintai masyarakat hijaz, dan khususnya madinah, berlemah lembutlah kepadanya, kalaulah diantara kalian berdua terjadi sesuatu / pertikaian, maka cukuplah penduduk Kufah yang pernah membunuh Ayahnya dan mengkhianati saudaranya ( Hasan bin Ali), hindarilah semampu mungkin pertikaian diantara kalian berdua".
setelah Mu'awiyah wafat, maka Yazid bin Mu'awiyah mengirimkan surat kepada gubernur Madinah untuk memintanya menemui Husein bin Ali agar legowo dan mau berbaiat kepada yazid bin muawiyah, serta meminta gubernur Kota Madinah memperlakukan Husein bin Ali dan keluarganya dengan perlakuan yang sangat baik.
setelah penduduk kufah mengetahui bahwa Mu'awiyah bin Abi Sufyan wafat, mereka pun mengirimkan surat kepada Husein bin Ali, yang isi suratnya menyatakan bahwa mereka penduduk kufah tidak berbaiat, tunduk kepada pemerintahan umayyah dibawah kepemimpinan Yazid bin Mu'awiyah, dan mereka menunggu kedatangan Husein bin Ali bin Abi Thalib ke Kufah untuk berbaiat kepada Husein bin Ali, kemudian Husein bin Ali mengutus saudara sepupunya Muslim bin Aqil untuk pergi ke Kufah , menyelidiki dan memastikan apakah isi surat ini benar, dan apakah penduduk kufah benar benar ingin berbaiat kepada dia?
sebelum kita melanjutkan kisah ini, perlu diketahui bahwa mayoritas kisah sejarah ( sumber dan rujukan) yang beredar dan berbicara tentang keluarnya /tidak tunduknya Husein bin Ali kepada pemerintahan Umayyah dibawah tampuk kepimpinan Yazid bin Mu'awiyah, diambil daripada sejarawan /kisah yang disampaikan oleh Abi Mikhnaf , dan Abi Mikhnaf terkenal dengan sikap fanatiknya kepada ideologi Syiah, yang dengan ini kita mesti berhati-hati dalam menukil kisah sejarah yang bersumber darinya, karena sikap fanatismenya tersebut.
bersambung .... ... .....
dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 40- 41.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar