Senin, 06 Januari 2025

Husein Bin Ali bin Abi Thalib terburnuh di Karbala ( 5 )

.... , setelah Husein bin Ali mendengar kabar daripada Muslim bin Aqil, bahwasanya penduduk Kufah sudah berbaiat kepadanya dan berjanji akan selalu membantu dan menyokongnya meski harus mengorbankan harta dan jiwaraga,  maka beliau-pun bertekad untuk berangkat ke kota Kufah, mendengar kabar tersebut , penduduk Makkah pun menyarankan agar Husein bin Ali tidak berangkat ke Kufah, dimana mereka mengingatkan Husein bin Ali terhadap peristiwa yg telah menimpa Ayahnya dan Saudaranya ( Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Ali) , diantara tokoh besar yang menasehati Husein bin Ali adalah; Abulllah bin Abbas Ra, Abdullah bin Umar Ra, Abu Sa'id al Khudry Ra, Jabir bin Abdullah Ra, Sa'id bin Musayyab ra, dan Miswar min Mukhrimah, dll.  semuannya mengigatkan Husein bin Ali agar berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap para penduduk Kufah ( Syiah Kufah).  meski demikian beliau ; Husein bin Ali bin Abi Thalib tetap bersikukuh untuk pergi menuju kota Kufah. 

barangkali ada dua Faktor yang membuat Husein bin Ali bersikukuh untuk meninggalkan kota Makkah menuju Kota Kufah,  yang pertama; beliau tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah di kota makkah apabilah ia terbunuh di Makkah, dikarnakan apabila hal ini terjadi maka nilai haram ( kesucian kota Makkah al Mukarromah) akan ternodai, dimana di Kota Haram yaitu Makkah dan Madinah sangat diharamkan pembunuhan ataupun pertumpahan darah mengingat kesakralan dan kesucian kota tersebut dimata umat muslim ,  yang kedua; beliau, Husein bin Ali bin Abi Thalib Ra, dikisahkan melihat atau berjumpa Rasulullah saw dalam mimpinya, dimana Rasulullah saw memberikan perintah kepadanya, dan Husein bin Ali siap untuk melaksanakan perintah tersebut, dan Husein bin Ali tidak akan membocorkan atau memberitahkan isi mimpinya kepada seorang-pun sampai ajal menjemputnya. 

**** Husein bin Ali pergi meninggalkan kota Makkah menuju Kufah pada tanggal 8 dzulhijjah tahun 60 hijriah, bersama dengan keluarganya, dan pengikutnya kurang lebih 70 orang, meski Ibnu Abbas sebelumnya sudah menasehatinya agar tidak membawa istri dan anak-anaknya. 

kemudian, Husein bin Ali terlebih dahulu mengirinkan utusan kepada penduduk kufah, mengabarkan bahwanya mereka ( Husein bin Ali beserta Rombongannya) sedang Menuju Kota Kufah. 

dalam perjalanan, tidak jauh dari kota Makkah, Husein bin Ali berjumpa dengan Farozdag ( salah satu penyair terkemuka dimasa daulah Umayyah ), yang baru balik dari kota Iraq, kemudian Husein bin Ali bertanya bagaimana sikap penduduknya , kemudian Farozdag menjawab "  hati mereka bersamamu namun pedang mereka bersama Bani Umayyah"  . meski demikian Husein bin Ali beserta rombongannya tetap melanjutkan perjalanan mereka. 

ketika Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib ( anak dari pamannya  Husein bin Ali ) mengetahui keberangkatan Husein bin Ali beserta rombongannya menuju Kufah, maka dia ( Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib) datang dari Madinah untuk mengejarnya, dan meminta kepada 'Amru bin Sai'd bin 'Ash gubernur Makkah pada pemerintahan Bani Umayyah saat itu, untuk menuliskan surat pernyataan " keamanan dan keselamatan"  kepada Husein bin Ali dan rombongannya apabila mereka balik/ kembali ke kota Makkah dan membatalkan kepergian mereka ke kota Kufah.  Namun Husein bin Ali Menolak hal tersebut. ..

*****  bersambung... 
dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 42.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar