..... diantara riwayat sejarah versi Abi Mikhnaf , menuliskan bahwa hubungan Hasan bin Ali dan Husein bin Ali dengan Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan Yazid bin Mu'awiyah tidak harmonis dan tidak sebaik yang dituliskan oleh para sejarawan lainnya, bahkan Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam riwayat sejarah versi Abi Mihknaf menuduh '' Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan putranya Yazid Bin Mu'awiyah mengikuti jalan syaitan dan tidak patuh kepada Allah swt, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal " tentu ini adalah tuduhan yang sangat serius daripada Husein bin Ali, dimana tidak ada satupun sahabat bahkan tabi'in yg masih hidup kala itu melayangkan tuduhan seperti itu kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan ataupun kepada Yazid bin Mu'awiyah, dan tentu tuduhan tersebut hanya muncul dan dapat ditemukan daripada penulis sejarah dari kalangan syiah.
**** setelah Muslim bin Aqil ( saudara sepupu Husein bin Ali yang diutus) tiba di kufah, para penduduk kufah pun dari kalangan syiah datang berbondong-bondong menemui Muslim Bin Aqil, menyatakan baiat/sumpah setia kepada Husein bin Ali , mereka berjanji untuk selalu mendukung, menolong Husein bin Ali meskipun harus mengorbankan Harta dan jiwanya.
sekitar 18 ribu orang daripada penduduk kufah yang menyatakan sumpah setia/baiat kepada Husein bin Ali saat itu, setelah Muslim bin Aqil memastikan dan menyaksikan mereka menyatakan baiat, maka Muslim bin Aqil pun menulis surat kepada Husein bin Ali yang isinya; bahwa penduduk Kufah sudah siap untuk menyambut kedatangan Husein bin Ali ke Kufah.
tentu tindakan yang dilakukan oleh Muslim bin Aqil beserta 18 ribu syiah Kufah merupakan tindakan yang sangat berbahaya dalam sebuah pemerintahan umayyah dimana Yazid bin Mu'awiyah adalah khalifah yang sah saat itu, maka gubernur Kufah yang ditunjuk oleh khalifah ( yaitu an-Nu'man bin Basyir) dicopot dari jabatannya, karena disinyalir membiarkan dan tidak melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadinya peristiwa baiat 18 ribu syiah kufah kepada husein bin Ali. kemudian posisi gubernur kufah diberikan dan dipercayakan kepada Ubaidillah bin Ziyad , yang saat itu beliau adalah gubernur di Basroh. setelah penunjukan Ubaidillah bin Ziyad sebagai Gubernur Kufah, maka perintah atau intruksi yang pertama kali yang ia dapatkan daripada Yazid bin Mu'awiyah ( Khalifah daulah Bani Umayyah ke-2) kala itu adalah; menangkap dan membunuh Muslim bin Aqil .
setelah Ubaidillah bin Ziyad tiba di kufah, maka di hari pertamanya dia memerintah kufah sebagai Gubernur , maka Ubaidillah pun mengancam dan mengintruksikan agar para penduduk kufah menjauh dari Muslim bin Aqil dan meng-anulir sumpah setia/baiat nya kepada Husein bin Ali.
singkat cerita, Muslim bin Aqil tertankap dan dibunuh , kemudian kepala Muslim bin Aqil dikirimkan kepada Yazid bin Mu'awiyah sebagai bukti bahwa Muslim bin Aqil ( pemberontak/pembelot) sudah disingkirkan.
**********
bersambung.......
dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 42.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar