.... dan disaat Husein bin Ali beserta rombonganya sudah mendekati kota Kufah, Ubaidillah bin Ziyad mengutus 1000 pasukan berkuda dipimpin oleh al-hurr bin yazid at-tamimi, dengan instruksi menagkap Husein bin Ali dan membawanya kehadapan Ubaidillah bin Ziyad, disaat al-hurr bin yazid at-tamimy dan pasukannya berjumpa dengan Husein bin Ali, maka sikap hormat dan sopan senantiasa ditunjukkan oleh al-hurr bin yazid at-tamimy kepada Husein bin Ali, dan mereka menolak untuk berperang dengan Husein bin Ali, bahkan sebaliknya al-Hurr bin Yazid at-Tamimy menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya kepada Husein bin Ali.
setelah mendengar apa yang disampaikan oleh al-Hurr bin Yazid at-Tamimy, Husein bin Ali pun menahan pasukan/pengikutnya, kemudian al-Hurr bin Yazid at-Tamimy meminta Husein bin Ali dan rombongannya agar mengambil jalan lain yang bukan jalan menuju Kufah. kemudian Husein bin Ali menerima saran dari al-Hurr bin Yazid at-Tamimy, dan mereka ( Husein bin Ali dan para pengikutnya) menuju Karbala'.
dan dikisahkan dalam sejarah, bahkan al-Hurr bin Yazid at-Tamimy beserta 1000 orang daripada pasukan berkudanya , sholat berjamaah dan di imami oleh Husein bin Ali, setelah Sholat mereka pun mendengar dan menyimak tausyiah daripada Husein bin Ali.
tidak berapa lama setelah itu, muncullah pasukan Bani Umayyah yang lain, dengan jumlah 4000 ribu pasukan, dipimpin oleh Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh. dimana gubernur kufah '' Ubaidillah bin Ziyad" menugaskannya untuk memerangi Husein bin Ali dan para pengikutnya, dengan catatan, agar Husein bin Ali menyatakan baiat/sumpah setia kepada Yazid bin Mu'awiyah , namun Husein bin Ali menolaknya. dan dilokasi yang bernama ar-Royy , Husein bin Ali dan rombongannya diblokade, bahkan Air pun tidak diperbolehkan bagi mereka agar mereka menyerah, dan ketika Husein bin Ali menyadari bahwa beliau dan pengikutnya tidak mampu melawan pasukan Umar bin sa'ad bin Abi Waqqosh, Husein bin Ali menawarkan perundingan, dengan mengajukan 3 poin persyaratan yang salah satu dari yg 3 poin tersebut dapat disetujui , yang pertama: Memberi Ruang Bagi Mereka agar mereka kembali ke kota Makkah, yang kedua memberikan Husein bin Ali ruang untuk bertemu dengan Yazid bin Mu'awiyah dengan tujuan berunding, yang ketiga: mengizinkannya pergi ke wilayah perbatasan untuk berperang / berjihad melawan musuh .
Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh-pun senang dengan hal tersebut, kemudian Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh memberitahu Ubaidillah bin Ziyad Gubernur Kufah, Ubaidillah bin Ziyad pun senang dan ridho dengan hal tersebut.... akan tetapi sikap Ubaidillah bin Ziyad tiba-tiba berubah setelah berdiskusi dengan pemimpin pasukan rahasia bani umayyah di kufah ( pasukan mata-mata) yg bernama Syammir bin dzil jusyan . dimana dari hasil diskusi tersebut Syammir bin dzil jusyan meminta agar Ubaidillah bin Ziyad mesti berhati-hati apabila ia menerima salah datu dari 3 poin persyaraatan tersebut, dan agar supaya Ubaidillah bin Ziyad tidak menerima 3 poin persyaratan tersebut kecuali Husein bin Ali menyatakan sumpah setia/baiat kepada Yazid bin Mu'awiyah khalifah ke-2 dinasti Umayyah.
bersambung......
dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 44-45.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar