Senin, 27 Januari 2025



14 KHALIFAH DINASTI UMAYYAH

Pemerintahan UMAYYAH ( Daulah Umawiyah)  berdiri Kurang Lebih 91 Tahun , dari tahun 41 Hijriah - 132 Hijriah atau 661 Masehi- 750 Masehi, Daulah Umawiyah mengambil Damaskus ( Syiria) sebagai Ibukota Pemerintahan mereka,  dan selama Pemerintahan tersebut , tercatat dalam sejarah sebanyak 14 Khalifah telah memimpian pemerintahan daulah umawiyah. Mereka Adalah

1. Mu'awiyah bin Abi Sufyan ( 41 hijriah- 60 hijriah) merupakan Khalifah pertama, yang memimpin ke-khalifahan kurang lebih 19 tahun. 

2. Yazid bin Mu'awiyah ( 60 hijriah- 64 hijriah), memimpin daulah umawiyah kurang lebih 4 tahun, diantara para sejarawan mencatat 3 tahun 9 bulan. 

3. Mu'awiyah bin Yazid ( 64 hijriah),  masa pemerintahannya sangatlah sebentar dengan kondisi internal politik daulah umawiyah saat itu dan ditambah dengan faktor ketokohan beberapa putra sahabat Rasululllah saw yang lain seperti Abdullah bin Zubair bin 'Awwam di Hijaj ( Makkah Madinah). para peneliti sejarah berbeda pendapat terkait masa/waktu pemerintahannya, ada yang mengatakan 20 hari, ada yang menuliskan 40 hari, dan ada juga yang mengatakan 2 bulan , bahkan  3 bulan. dan beliau merupakan Khalifah terakhir dari keturuan pendirinya yang pertama Mu'awiyah bin Abi Sufyan, atau dengan istilah dari keturuan terakhir dari keluarga Mu'wiyah. 

4. Marwan bin Hakam ( 64 hijriah- 65 hijriah), khalifah pertama dari keluarga Marwaniyah , dan seterusnya Khalifah/pemimpin daulah umawiyah berasal dari keturunan Marwan bin Hakam, masa pemerintahan Marwan bin hakam hanya 9 bulan 10 hari. 

5. Abdul Mulk bin Marwan ( 65 hijirah- 86 hijriah), memimpin daulah umawiyah selama 21 tahun 1,5 bulan. pada masa beliau seluruh proses administrasi pemerintahan menggunakan bahasa arab, dimana sebelumnya surat menyurat atau jenis administrasi apapun mengunakan bahasa sesuai dengan daerahnya masing-masing, di iraq bahasa persia, di mesir bahasa qibti dan di syam ( damaskus ,suriah) berbahasa yunani.  maka pada masa pemerintahannya semua daerah harus menggunakan bahasa arab dalam proses surat menyurat dan administrasi lainnya. dan pada masa beliu juga pertama kali dicetak koin/mata uang dari emas atau perak dilengkapi dengan ornamen -ornamen yang menunjukkan identitas pemerintahan islam, seperti mengukir kalimat tauhid mengikuti lingkaran koin mata uang tersebut. 

6. al- Walid bin Abdul Mulk ( 86 hijriah - 96 hijriah) disebut - sebut sebagai bapak pembangunan di masa pemerintahan bani umayyah, seperti memperluas masjidil haram, masjid nabawi, masjid aqso, masjid umawi di damaskus  dll.  masa pemerintahannya kurang lebih 10 tahun. 

7. Sulaiman bin Abdul Mulk ( 96 hijirah- 99 hijriah).  masa pemerintahannya 2 tahun 9 bulan 20 hari. 

8. Umar bin Abdul Aziz ( 99 hijriah- 101 hijriah). dicatat dalam sejarah sebagai khalifah terbaik pada pemerintahan umawiyah, masa pemerintahnya berlangsung 2 tahun, 5 bulan, 4 hari, wafat pada umur 39 tahun, 5 bulan. beliau lahir pada tahun 61 hijriah di kota madinah, tahun dimana Husein bin Ali terbunuh di karbala.

9. Yazid bin Abdul Mulk ( 101 H- 105 H)  memimpin Khalifahan dinasti umayyah kurang lebih selama 4 tahun 1 bulan. 

10. Hisyam bin Abdul Mulk ( 105 H- 125 H).

11. al Walid bin Yazid bin Abdul Mulk ( 125 H- 126 H). 

12. Yazid bin Walid bin Abdul Mulk ( 126 H). 

13. Ibrahim bin Walid bin Abdul Mulk ( 127 H).

14. Marwan bin Muhammad bin Marwan ( 127 H -132 H ). 



Husein Bin Ali bin Abi Thalib terburnuh di Karbala ( 8)

 ...

kemudian, Ubadillah bin Ziyad, gubernur kufah saat itu memberitahu Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh , jikalau Husein bin Ali menolak untuk menyerah, maka bunuh dia dan pengikutnya,  dan benar saja Husein bin Ali tidak menyerah, atau tunduk kepada perintah gubernur kufah , Ubaidillah bin Ziyad... maka tidak ada pilihan kecuali berperang...

dan ketika al-Hur bin Yazid at-Tamimi mengetahui bahwa Ubadillah bin Ziyad yg saat itu Gubernur kufah menolak 3 tawaran/permintaan dari Husein bin Ali, maka dia pun bergabung dengan pasukan Husein bin Ali.... 

pada tanggal 10 muharram ( menurut riwayat sejarah yang paling masyhur), tahun 61 Hijriah, perang/pertempuran antara pasukan Husein bin Ali dan pasukan umayyah yang dipimpin oleh Umar bin Saad bin Abi Waqqosh, dimana jumlah pasukan Umar bin Sa'ad kala itu berjumlah 4000 pasukan, sedangkan jumlah Pasukan Husein bin Ali tidak lebih dari 100 pasukan . 

dalam pertempuran tersebut, pasukan Husein bin Ali dengan sikap pantang menyerahnya bertempur habis-habisan, Husein bin Ali sebagai pemimpin pasukan juga menunjukkan sikap dan keberaniann yang sangat luar bisa saat bertempur/berperang. 

singkat cerita, perang berakhir dengan terbunuhnya Husein bin Ali dan pengikutnya yg berjumlah 72 orang. 17 orang diantara mereka merupakan dari Ahli Bait ( keturunan Rasullah saw), dan hanya 5 orang dari Ahli bait yang selamat kala itu, yaitu putra Husein bin Ali yang bernama Ali Zainal 'Abidin, disebabkan saat itu dia sedang sakit dan tidak ikut bertempur, kemudian yg kedua putra bungsu Husein bin Ali , kemudian 2 putri dari Husein bin Ali yang bernama Fatimah dan Sakinah, dan yang terakhir Saudari Perempuan daripada Husein bin ALi yang bernama Zainab Binti Ali bin Abi Thalib. 

peristiwa terbunuhnya Husein bin Ali merupakan salah satu peristiwa yang sangat menyedihkan diantara kaum muslimin saat itu, dimana Cucu Rasulullah saw terbunuh dimasa pemerintahan Bani Umayyah. yang kala itu Khalifahnya bernama Yazid bin Mu'awiyah Ra.

dan sejarah mencatat bahwa, Ubaidillah bin Ziyad Gubernur Bani Umayyah di Kufah saat itu, yang memberikan intruksi penangkapan dan pembunuhan Husein bin Ali , Tewas atau tebunuh pada masa pemberontakan Syiah yang dipimpin oleh Muchtar as-Tsaqofiy di Kufah.  Ubaidilah bin Ziyad terbunuh dengan kondisi Tubuh terbelah dua saat pertempuran di tangan seorang panglima perang Syiah yang bernama Ibrahim bin Asytur an-Nakh'iy.  kemudina Syammir bin Dzil Jusyan terbunuh setelah itu, Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh juga terbunuh dimasa pemberontakan Syiah kufah yang dipimpin oleh Muchtar as-Tsaqofiy, termasuk Khuli bin Yazid ( orang yg memenggal kepala Husein bin Ali) terbunuh dimasa pemberontakan syiah kala itu . 

dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 45-71. 

Tamat. 

Senin, 06 Januari 2025

Husein Bin Ali bin Abi Thalib terburnuh di Karbala ( 7 )

 .... dan disaat Husein bin Ali beserta rombonganya sudah mendekati kota Kufah, Ubaidillah bin Ziyad mengutus 1000 pasukan berkuda dipimpin oleh al-hurr bin yazid at-tamimi, dengan instruksi menagkap Husein bin Ali dan membawanya kehadapan Ubaidillah bin Ziyad, disaat al-hurr bin yazid at-tamimy dan pasukannya berjumpa dengan Husein bin Ali,  maka sikap hormat dan sopan  senantiasa ditunjukkan oleh al-hurr bin yazid at-tamimy kepada Husein bin Ali, dan mereka menolak untuk berperang dengan Husein bin Ali, bahkan sebaliknya al-Hurr bin Yazid at-Tamimy menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya kepada Husein bin Ali. 

setelah mendengar apa yang disampaikan oleh al-Hurr bin Yazid at-Tamimy, Husein bin Ali pun menahan pasukan/pengikutnya, kemudian al-Hurr bin Yazid at-Tamimy meminta Husein bin Ali dan rombongannya agar mengambil jalan lain yang bukan jalan menuju Kufah. kemudian Husein bin Ali menerima saran dari al-Hurr bin Yazid at-Tamimy, dan mereka ( Husein bin Ali dan para pengikutnya) menuju Karbala'.

dan dikisahkan dalam sejarah, bahkan al-Hurr bin Yazid at-Tamimy beserta 1000 orang daripada pasukan berkudanya , sholat berjamaah dan di imami oleh Husein bin Ali, setelah Sholat mereka pun mendengar dan menyimak tausyiah daripada Husein bin Ali. 

tidak berapa lama setelah itu, muncullah pasukan Bani Umayyah yang lain, dengan jumlah 4000 ribu pasukan, dipimpin oleh Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh. dimana gubernur kufah  '' Ubaidillah bin Ziyad"  menugaskannya untuk memerangi Husein bin Ali dan para pengikutnya, dengan catatan, agar Husein bin Ali menyatakan baiat/sumpah setia kepada Yazid bin Mu'awiyah , namun Husein bin Ali menolaknya. dan dilokasi yang bernama ar-Royy , Husein bin Ali dan rombongannya diblokade, bahkan Air pun tidak diperbolehkan bagi mereka agar mereka menyerah, dan ketika Husein bin Ali menyadari bahwa beliau dan pengikutnya tidak mampu melawan pasukan Umar bin sa'ad bin Abi Waqqosh, Husein bin Ali menawarkan perundingan, dengan mengajukan 3 poin persyaratan yang salah satu dari yg 3 poin tersebut dapat disetujui , yang pertama: Memberi Ruang Bagi Mereka agar mereka kembali ke kota Makkah, yang kedua memberikan Husein bin Ali ruang untuk bertemu dengan Yazid bin Mu'awiyah  dengan tujuan berunding, yang ketiga: mengizinkannya pergi ke wilayah perbatasan untuk berperang / berjihad melawan musuh . 

Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh-pun senang dengan hal tersebut, kemudian Umar bin Sa'ad bin Abi Waqqosh memberitahu Ubaidillah bin Ziyad Gubernur Kufah, Ubaidillah bin Ziyad pun senang dan ridho dengan hal tersebut.... akan tetapi sikap Ubaidillah bin Ziyad  tiba-tiba berubah setelah berdiskusi dengan pemimpin pasukan rahasia bani umayyah di kufah ( pasukan mata-mata) yg bernama Syammir bin dzil jusyan . dimana dari hasil diskusi tersebut Syammir bin dzil jusyan meminta agar Ubaidillah bin Ziyad mesti berhati-hati apabila ia menerima salah datu dari 3 poin persyaraatan  tersebut, dan agar supaya Ubaidillah bin Ziyad tidak menerima  3 poin persyaratan tersebut kecuali Husein bin Ali menyatakan sumpah setia/baiat kepada Yazid bin Mu'awiyah khalifah ke-2 dinasti Umayyah. 

bersambung...... 

dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 44-45.