Senin, 02 Juli 2012

Manhaj Tarbiyah

Unsur-Unsur Tarbiyah
1. Tujuan/ target.
2. Sarana/ Ansyithah.
3. Murabbi.
4. Conten/ isi
5. Bi'ah (lingkungan)

Tujuan Umum
1. memiliki sifat-sifat terpuji dan perangai Islam Asasi (Dasar)
2. tidak terkotori oleh bentuk- bentuk kemusyrikan
3. tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam

Tujuan khusus ( muwasafat 10)

A. SALIMUL AQIDAH

1. tidak berhubungan dengan jin
2. tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin
3. tidak meramal nasib dengan melihat-lihat telapak tangan
4. tidak menghadiri majelis rukun dan peramal
5. tidak meminta berkah dengan mengusap-usap kuburan
6. tidak meminta tolong kepada orang yang dikubur (mati)
7. tidak bersumpah dengan selain Allah SWt
8. tidak tasya'um ( merasa sial karena meliahat atau mendengar sesuatu
9. mengikhlaskan amal untuk Allah Swt.
10.mengimani rukun iman
11.beriman kepada nikmat dan siksa kubur
12.mensyukuri nikmat Allah Swt saat mendapat nikmat
13.menjadikan syeitan sebagai musuh
14.tidak mengikuti langkah-langkah syeitan
15.menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah Swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya.

B. SHAHIHUL IBADAH

1. ihsan dalam thaharah
2. ihsan dalam shalat
3. hafal surat ad-Dhuha s.d An-Naas
4. membayar zakat
5. berpuasa fardhu
6. niat melaksanakan haji
7. komitmen dengan adab tilawah
8. menjauhi dosa besar
9. memenuhi nadzar
10.menyebarluaskan salam
11.menahan anggota tubuh dari segala yang haram
12.tidak sungkan adzan
13.bersemangat untuk shalat berjamaah
14.bersemangat untuk berjamaah di mesjid
15.qiyamul lail minimal sehari dalam sepekan
16.berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan
17.khusyu' dalam membaca Alquran
18.hafal satu juz Alquran
19.komitmen dengan wirit tilawah harian
20.berdoa pada waktu-waktu utama
21.menutup hari-harinya dengan bertaubat dan beristigfar
22.berniat pada setiap melakukan perbuatan
23.merutinkan dzikir pagi hari
24.merutinkan dzikir sore hari
25.dzikir kepada Allah swt dalam setiap keadaan
26.beriktikaf pada bulan ramadahn jika mungkin
27.menggunakan siwak
28.senantiasa menjaga kondisi thaharah jika mungkin

C. MATINUL KHULUQ
1. tidak takabbur
2. tidak imma'ah (asal ikut, tidak punya prisnsip
3. tidak dusta
4. tidak mencaci maki
5. tidak mengadu domba
6. tidak ghibah
7. tidak menjadikan orang buruk sebagai teman/ sahahabat
8. memenuhi janji
9. birrul walidain
10.memiliki ghirah (rasa cemburu )pada keluarganya
11.memiliki ghirah (rasa cemburu) pada agamanya
12.tidak memotong pembicaraan orang lain
13.tidak mencibir dengan isyarat apapun
14.tidak menghina dan meremehkan orang lain
15.menyayangi yang kecil
16.menghormati yang besar
17.menundukkan pandangan
18.menyimpan rahasia
19.menutupi dosa orang lain

D. QADIRUN ALAL KASBI

1. menjauhi sumber penghasilan yang haram
2. menjauhi riba
3. menjauhi judi dengan segala macamnya
4. membayar zakat
5. menjauhi tindak penipuan
6. tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain
7. menabung meskipun sedikit
8. menjaga fasilitas umum
9. menjaga fasilitas khusus

E. MUTSAQAFUL FIKRI

1. baik dalam membaca dan menulis
2. memperhatikan hukum-hukum tilawah
3. mengkaji marhalah makkiyah dan menguasai karakteristiknya
4. mengenal sepuluh sahat yang dijamin masuk surga
5. mengetahui hukum thaharah
6. mengetahui hukum shalat
7. mengetahui hukum puasa
8. menyadari adanya peperangna zionisme terhadap islam
9. mengetahui ghazwaul fikri
10.mengetahui organisasi-organisasi terselubung
11.mengetahui bahaya pembatasan kelahiran
12.berpartisipasi dalam kerja jamai
13.tidak menerima suara-suara miring tentang kita (dai' da'wah dan organisasinya)
14.membaca satu juz tafsir Alquran juz 30
15.menghafalkan separuh arbain 1-20
16.menghafalkan 20 hadits pilihan riyadus shalihin
17.membaca sesuatu yang diluar spesialisasinya 4 jam setiap pekan
18.memperluas wawasan diri dengna sarana-sarana baru
19.menjadi pendengar yang baik
20.mengemukakan pendapatnya.

F. QAWIYUL JISMI

1. bersih badan
2. bersih pakaian
3. bersih tempat tinggal
4. komitmen dengan olah raga 2 jam setiap pekan
5. bangun sebelum fajar
6. memperhatikan tata cara baca yang sehat
7. mencabut diri dari merokok
8. komitmen dengan adab makan dan minum sesuai sunnah
9. tidak berlebihan dalam begadang
10.menghindari tempat-tempat yang kotor dan polusi
11.menghindari tempat-tempat bencana (bila masih diluar area)

G. MUJAHIDUN LINAFSIHI

1. menjauhi segala yang haram
2. menjauhi tempat-tempat maksiat
3. menjauhi tempat-tempat bermain yang haram

H. MUNAZHAM FI SYU'UNIHI
1. tidak menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang menentang islam
2. memperbaiki penampilannya

I. HARISUN 'ALA WAQTIHI

1. bangun pagi
2. menghabiskan waktu dalam belajar

J. NAFI'UN LI GHOIRIHI

1. melaksanakan hak kedua orang tua
2. membantu yang membetuhkan
3. memberi petunjuk orang tersesat
4. ikut berpartisipasi dalam kegembiraan
5. menikah dengan pasangan yang sesuai.

Senin, 30 Januari 2012

pengertian Alquran menurut bahasa (etimologi)

1. Alquran

Pengertian Alquran (etimologi /bahasa)
Secara bahasa merupakan mashdar dari  قرأ " "dengan hamzah, yg mengandung makna diantaranya  الجمع والضمّ ,  yaitu kumpulan, gabungan/himpunan. kata " قرأ "  juga memiliki kandungan makna yang sama dengan kata " قرى "  dengan huruf Ya ( ى ) , seperti yang diungkapkan oleh ibnu Faris [1] ; huruf Qaf ( ق ), Ra’ ( ر  ) , dan huruf mu’tal ( ى )[2]  merupakan asal kata yang menunjukkan ‘’ kumpulan, perkumpulan’’ ( الجمع ولإجتماع ) . misalnya : kampung/ perkampungan ( القرية  ),dikatakan kampung ( قرية ) karena adanya perkumpulan manusia didalamnya. Dan orang arab mengatakan ; قريت الماء في المِقرَة : جمعته,   dan المِقراة artinya الجفنة : mangkok besar. Dikatakan المِقراة   karena merupakan tempat dimana dikumpulkannya berbagai hidangan untuk tamu atau tempat dimana didalamnya terdapat makanan ( سميت لإجتماع الضيف عليها, أو لما جُمع فيها من طعام  ). Dan apabila huruf ‘ya’ diganti dengan huruf hamzah ( و إذا هُمِز هذا الباب ) maka akan memiliki arti yang sama. Mereka mengatakan ( suku arab  ) ما قرأت هذهِ الناقة سَليً , كأنه يراد أنها ما حملت قط.  ( unta itu sama sekali tidak hamil).  Ummu kulsum dalam bait syairnya menuliskan
ذِراعي عَيْطلٍ أدماءَ بكر                                                  هجان اللون لم تقرأ جنينينا                  
  Mereka mengatakan (suku arab) : termasuk Alquran (القرآن ) , disebut Alquran karena didalamnya terdapat kompilasi hukum-hukum Syariat dan kumpulan berbagai kisah-kisah terdahulu dan sebagainya.[3]
Ibnu Faris al-Jauhary juga menjelaskan pengertian قرى ,قرأ   dalam bukunya الصحّاح  , yang menguatkan akan arti قرى ,قرأ   seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya.[4]
Ar-Ragib al-Ashfahany berkata: dan Alquran ( القرآن ) pada dasarnya merupakan mashdar seperti halnya : كفران , و رجحان ,  Firman Allah Swt : إن علينا جمعه و قرءانه , فإذا قرأنه فاتبع قرءانه . القيامة: 17-18   .
Dan Kitab Suci yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw diberi nama khusus Alquran, sama halnya dengan penamaan  Taurat ( kitab suci nabi Musa alaihis salam) dan Injil ( kitab suci nabi Isa alaihis salam). Salah satu  alasan yang menjelaskan kenapa kitab suci nabi Muhammad Saw diberi nama Alquran ialah ; bahwa Alquran merupakan kitab suci yang didalamnya terdapat (terkumpul) hukum-hukum yang ada pada kitab-kitab suci sebelum Rasulullah Saw ( Injil, Taurat, dan Zabur). Bahkan beberapa cabang ilmu terdapat/terkumpul dalam Alquran, sebagaimana Firman Allah swt:   يوسف : 111  .. "وتفصيل لكل شيء " dan juga Firman-NYa : .... " تبيانا لكل شيء" النحل : 189  [5]
Dari beberapa pendapat dan nash-nash  diatas dapat kita simpulkan bahwa : kata Alquran secara bahasa mengandung makna pengumpulan / penghimpunan( penggabungan ), (kumpulan atau himpunan/gabungan). Sebab substansi (isi) Alquarn terdiri dari kisah-kisah terdahulu( historical contents), pelarangan dan pembolehan (hukum-hukum),dan banyak lagi.
Sedangkan fairuz abady ( الفيرز آبادي ) menambahkan:  bahwa Alquran  القرآن (kitab suci yg diturunkan kepada Rasulullah Saw) diberi nama dengan nama tersebut ( yaitu Alquran), sebab didalamnya terkumpul  huruf-huruf  dan kalimat-kalimat , dan dikarenakan Alquran merupakan kumpulan dari segala hukum-hukum, kebenaran-keberanan (yg terjadi dahulu maupun yang akan terjadi), juga petuah-petuah dan hikmah.[6]  
Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa Alquran merupakan mashdar dari  قرأ  yang mengandung makna  تلا  sedangkan mashdarnya  adalah تلاوة   yang artinya membaca dengan mentadabburi maknanya (secara bersamaan) .  maka istilah tilawah dikhususkan kepada kitab-kitab suci Allah (Alquran, Injil, Taurat, Zabur) yang diturunkan kepada RasulNya dan NabiNya baik melalui Bacaan atau lukisan (tulisan) dimana didalamnya terdapat perintah-perintah, larangan-larangan, penyemangat dan peringatan, atau lain sebagaianya. Dan kata Tilawah  sendiri mengandung makna yang lebih khusus dari pada kata Qiraah , maka setiap Tilawah adalah Qiraah dan tidak setiap Qiraah adalah Tilawah (karena orang yang membaca tanpa mentadabburi maknanya  itulah qiraah sedangankan apabilah ia membaca dan mentadabburinya secara bersamaan maka disebut sebagai tilawah).[7]
Diriwayatkan dari Imam Syafii ra, beliau berkata: Alquran adalah nama (khusus) bukan mahmuz ( terdapat hamzah pada penulisaanya ) dan bukan merupakan asal kata dari qoraa  قرأ   , akan tetapi dia (Alquran) adalah nama khusus kitab suci Rasulullah Saw, sebagaimana Injil bagi nabi Isa alaihis salam, taurat bagi nabi Musa alaihis salam, dan zabur bagi nabi Daud alaihis salam. Jika seandainya dia (Alquran)  diambil (berasal) dari kata قرأ  maka setiap yang dibaca dari kitab-kitab selain kitab Suci Alquran dapat disebut Alquran, tidak… tapi itu ( nama Alquran) adalah nama khusus bagi Alquran.
Imam Suyuti berkata: pada hakikatnya , penulisaan Alquran ‘’ القرآن ‘’ tanpa Hamzah (ء  ( merupakan takhfîf ( untuk meringankan), dan baris (harokah ) hamzah diganti menjadi sukun ( ْ ) sebelumnya. Ar-ragib berkata: sesungguhnya dia( Alquran) disebut Alquran sebab didalamnya terdapat(terkumpul) hukum-hukum (ilmu-ilmu) yang ada pada kiab suci lainya, bahkan karena pada Alquran terdapat segala ilmu-ilmu( social,agama, sains, dll).  Kemudian Imam qothrob (  قطرب )berkata: disebut sebagai Alquran, karena pembacanya menjelaskan dan menerangkan seluruh apa yang ada pada Alquran (isinya). Dari beberapa pengertian diatas , maka dapat kita simpulkan bahwa orang-orang arab terdahulu memakai kata Qoroa قرأ   memiliki makna yang berbeda dengan kata tilawah . sedangkan kata tilawah  diserap oleh orang arab pertama kalinya dari bangsa Aramiya, adapun bahasa Aramiya, habasyiah dan farisiyah sedikit banyak telah mempengaruhi corak dan gaya bahasa arab ketika itu, sebab pada masa itu, ketiga bahasa tersebut merupakan bahasa yang dipakai oleh  bangsa yang dikenal cukup maju, dan penuh peradaban pasa zamanya. Dan bangsa arab merupakan bangsa yang bertetangga dengan mereka, dan dialektika bahasa aramiyah telah mempengaruhi tanah palestina, syiria dan sebagian wilayah irak. Dan kita ketahui bersama bahwa , bangsa arab yang bertetangga dengan bangsa yahudi dimana orang - orang yahudi ketika itu menggunakan bahasa aramiyah, menjadi faktor penyebab cepatnya penyebaran ( pengaruh) dialektika bahasa aramiyah kepada bangsa arab, diantaranya lafahz-lafahz diniyah (istilah-istilah agama yahudi aramiyah). Maka diseraplah kata qora’a قرأ   yang mengandung makna تلا- تلاوة   disebabkan oleh pengaruh bangsa yang bertetangga dengan bangsa Arab. [8]

[1] مقاييس اللغة لإبن فارس  halaman 78-79 jilid 5

[2]
Dalam bahasa arab ada istilah huruf mu’tal ( الحرف المعتل ) yaitu huruf Alif, Waw dan Ya ( ا, و , ى )

[3]
مقاييس اللغة لإبن فارس  ibid

[4]
الصحاح  hal, 65 jilid 1, kata قرأ

[5]
معجم مفردات ألفاظ القرآن : للراغب:  hal 414

[6]
بصائرذوي التمييز   hal 84 jilid 1

[7]
: ص 71-72  معجم مفردات للراغب

[8]
أنظر مباحث في علم القرآن . د. صبحي الصالح . ص 19و20