Minggu, 05 Januari 2025

Husein Bin Ali bin Abi Thalib terburnuh di Karbala ( 1 )

 Sayyidina Husein merupakan putra kedua daripada Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, dari Seorang istri bernama Fatimah Binti Rosulullah saw. Sayyidina Husein Lahir beda setahun dengan saudaranya Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA, pada tahun ke-3 setelah hijriah, diantara beberapa sumber sejarah mengatakan pada tahun ke-4 setelah hijrah Rasulullah saw ke kota Madinah, baik Hasan dan Husein keduanya dikenal sebagai Cucu Rasulullah saw yang sangat dicintainya, bahkan Rasulullah saw menyebutkan mereka berdua sebagai '' pemimpinnya para pemuda ahli surga'' , bahkan Abu Bakar as-shiddiq , Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan Rodhiyallohu 'anhum sangat menghormati keduanya, pada saat terpecahnya perang 'Jamal dan Shifin''  Hasan dan Husein turut serta menjadi bagian yang terlibat didalam perang bersama ayahnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib. 

Hasan bin Ali bin Abi Thalib sangat mirip dengan wajahnya Rasulullah saw, sedangkan Husein bin Ali bin Abi Thalib sangat mirip dengan Fisik/perawakannya Rasulullah saw. 

ketika tampuk kepemimpinan khilafah berada ditangan Mu'awiyah bin Abi Sufyan RA, Husein bin Ali bin Abi Thalib bersama Saudaranya Hasan bin Ali menyatakan tunduk dan patuh ( berbaiat) kepada Mu'awiyah bin Abi Sufyan, meski pada awal-awal Baiat Husein bin Ali amatlah sangat berat hati, namun karena saudaranya Hasan bin Ali bersikukuh untuk menyatakan baiat, maka Husein bin Ali pun legowo dan bersedia untuk ber-baiat. bahkan sepeninggal kakaknya ( Hasan bin Ali bin Abi Thalib) dituliskan dalam tinta sejarah, Husein bin Ali bin Abi Thalib ikut serta dalam peperangan yang dipimpin oleh Yazid bin Mu'awiyah putranya Mu'awiyah bin Abi Sufyan melaewan bizantium (kerajaan Romawi Timur) di masa pemerintahan Khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan. 

pada saat Mu'awiyah bin Abi Sufyan ( Khalifah pertama daulah Umayyah) menunjuk/ menyatakan secara resmi Putranya Yazid bin Mu'awiyah sebagai penerus takhta ( putra makhkota) pemerintahan umayyah berikutnya,  maka Husein bin Ali bin Abi Thalib menolak untuk berbaiat kepada putra Mu'awiyah bin Abi Sufyan kala itu, namun Husein Bin Ali tetap setia kepada pemerintahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan sampa ajal menjemput Mu'awiyah. 

setelah Mu'awiyah wafat, dan takhta dipimpin oleh putranya  Yazid Bin Mu'awiyah, Husein bin Ali tidak pernah menyatakan baiat kepada Yazid, karena beliau ( Husein bin Ali) berpendapat bahwa beliau lebih layak dan lebih pantas untuk menjadi Khalifah Umayyah selanjutnya. dan penyokong utama Husein bin Ali merupakan penduduk kota Kufah ( dahulunya merupakan salah satu kota besar di Irak ) disebabkan mayoritas penduduknya merupakan Syiah. 

bersambung... ... ... ... 

dari buku sejarah dunia islam ( Tarikh 'Alam al-Islami ) pemerintahan daulah Umayyah Karya Muhammad Ahmad Mahmud Hasbullah, guru besar dan dekan fakultas Sejarah dan peradaban Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, hal 38- 39.

Sabtu, 28 Oktober 2017

hashashin, Hassyasyin, Assassin



Al-Hassyasyun ( الحشاشون ) / Assassin 

Hassyasyun atau lebih dikenal dalam Bahasa inggris dengan istilah Assassin adalah golongan dari sekte syi’ah Ismailiyah an-nazariyah , sebuah sekte yang memisahkan diri dari pemerintahan fathimiyah pada abad ke-15 H , dipimpin oleh Hasan bin shabbah  yang meyakini bahwa kepemimpinan adalah khusus bagi keturunan nazzar bin al-Muntashir billah al-fathimiy, maka disebut dengan sekte Ismailiyah an-nazzariyah.
Keyakinan yang dijunjung oleh hasan bin shabah mendapat banyak pengikut di negara Persia, kemudian menjadikan banteng hashinah atau disebut juga dengan al-maut  di Iran sebagai pusat pemerintahannya.
Para pengikutnya disebut dengan  hassyasyin atau dalam Bahasa ingris dikenal dengan assassin yang berarti pembunuh profesional ( hitman), sebagaimana yang disampaikan oleh petualang asal italia yang terkenal markopolo, ketika ia melewati negri Persia dan mendengar kabar tentang aktivitas mereka.
Dan salah satu operasi pembunuhan yang paling terkenal yang dilakukan oleh golongan bathiniyah ( syi’ah nazzariyah) adalah pembunuhan terhadap salah satu mentri yang genius dari pemerintahan seljuk “ nidzam al-mulk” yang merupakan Menteri yang pertama bagi raja Alb Arselan pada puncak keemasan daulah seljuk turki, dimana  Nidzam al-Mulk merupakan sosok yang paling perhatian terhadap ilmu pengetahuan dan pembangunan universitas -universitas yang beraliran sunni diseluruh penjuru daerah yang ada pada kekuasaan daulah seljuk, dan disebutkan bahwah tewasnya Nidzm al-Mulk ditangan hassyasyin/assassin dianggap sebagai kerugian yang amat sangat besar bagi umat muslim kala itu.
Dan begitu juga dengan operasi pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok hassyasyin dari sekte syi’ah Ismailiyah nazzariayh ini terhadap dua khalifah dari daulah Abbasiyah, mereka adalah al-Mustarsyid billah dan putran Ibnu Rasyid. Dan juga diantara operasi pembunuh yang paling buruk adalah tewasnya seorang mujahid Emir seljuk  “ Maudud bin Tuntakin, dimana Tuntakin merupakan orang yang pertama kali yang memulai perang jihad terhadap pasukan salib, setelah pasukan salib terlebih dahulu menjajah 4 kota yang berada dibawah administrasi pemerintah seljuk, diantaranya adalah kota al-Quds  di Baitul maqdis, mereka (hassyasyin) membunuhnya ketika sedang dalam perjalan pulang kerumahnya  setelah selesai menunaikan sholat Jumat Rahimahullah.
Dan sekte syiah ini mejalin koalisi dengan pasukan salib di negri Syam.Dan melakukan dua kali percobaan pembunuhan terhadap seorang mujahid Sultan Sholahuddin al-Ayyubi, dan pada percobaan yang kedua kali sultan Sholahuddin al-Ayyubi selamat dengan menakjubkan setelah bertarung melawan 3 pembunuh profesional (hitman) tersebut sampai kemudian bala tantara Sholahuddin al-ayyubi berdatangan setelah mengetahui adanya hassyasyin/assassin yang menyusup. Dan setelah peristiwa tersebut Sholahuddin al-Ayyubi membentuk satuan group elit dari pengawalnya yang  bertugas sebagai paspampres yang kemudian satuan tersebut disebut dengan satuan sholahiy (yang namanya dinisbatkan ke nama beliau). Kemudian  Sholahuddin al-Ayyubi mulai memerangi Hassyasyin/Assassin  dan kemudian memeksa untuk tunduk dan berkoalisi dengannya membasmi pasukan salib.
Gerakan Ismailiyah an-Nazzariyah merupakan gerakan syi’ah separatis yang muncul dan berkembang dengan klaim kecintaan terhadap Ahli bait, kemudian pemikiran tersebut berubah menjadi pemahaman akidah yang didistorsi dengan keyakinan bahwa jiwa atau ruh itu bereinkarnasi, dan mengkultuskan keturunan Nazzar bin al-Muntashir billah “ khalifah dinasti Fathimiyah”  yg diklaim. Dan gerakan ini ibarat pisau belati yang beracun pada tubuh Umat islam sampai bebebrapa abad lamanya, dan berakhir pada masa invasi Hulagu Khan(Mongol)atas Persia dan mengambil alih penguasaan benteng al-hashinah atau yang disebut juga al-Maut , dan di negri Syam gerekan ini berakhir (tertumpas) ditangan Sultan Dzahir Beibers al-bandaqdariy.
 Dan gerakan ini pernah menjalin koalisi dengan syi’ah imamiyah (12) untuk memerangi pemerintahan Ahlus Sunnah, sebagaimana mereka pernah menjalin koalisi dengan pasukan salib di negri Syam.
Dan gerakan Hassyasyin/Assassin ini memiliki kesamaan akidah dan ideologi dengan Syi’ah Nusairiyah (pendukung Basyar Assad) di Syam (Syiria sekarang).
#diterjemahkan dari fan page “ kumpulan cerita-cerita dalam sejarah islam”
Wallohu a’lam . 
 mr.Batubara
29-oct-2017
Pukul 11-26 mlt.( malang local time).
Malang, east java, Indonesia.

Senin, 02 Juli 2012

Manhaj Tarbiyah

Unsur-Unsur Tarbiyah
1. Tujuan/ target.
2. Sarana/ Ansyithah.
3. Murabbi.
4. Conten/ isi
5. Bi'ah (lingkungan)

Tujuan Umum
1. memiliki sifat-sifat terpuji dan perangai Islam Asasi (Dasar)
2. tidak terkotori oleh bentuk- bentuk kemusyrikan
3. tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam

Tujuan khusus ( muwasafat 10)

A. SALIMUL AQIDAH

1. tidak berhubungan dengan jin
2. tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada jin
3. tidak meramal nasib dengan melihat-lihat telapak tangan
4. tidak menghadiri majelis rukun dan peramal
5. tidak meminta berkah dengan mengusap-usap kuburan
6. tidak meminta tolong kepada orang yang dikubur (mati)
7. tidak bersumpah dengan selain Allah SWt
8. tidak tasya'um ( merasa sial karena meliahat atau mendengar sesuatu
9. mengikhlaskan amal untuk Allah Swt.
10.mengimani rukun iman
11.beriman kepada nikmat dan siksa kubur
12.mensyukuri nikmat Allah Swt saat mendapat nikmat
13.menjadikan syeitan sebagai musuh
14.tidak mengikuti langkah-langkah syeitan
15.menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah Swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya.

B. SHAHIHUL IBADAH

1. ihsan dalam thaharah
2. ihsan dalam shalat
3. hafal surat ad-Dhuha s.d An-Naas
4. membayar zakat
5. berpuasa fardhu
6. niat melaksanakan haji
7. komitmen dengan adab tilawah
8. menjauhi dosa besar
9. memenuhi nadzar
10.menyebarluaskan salam
11.menahan anggota tubuh dari segala yang haram
12.tidak sungkan adzan
13.bersemangat untuk shalat berjamaah
14.bersemangat untuk berjamaah di mesjid
15.qiyamul lail minimal sehari dalam sepekan
16.berpuasa sunnat minimal sehari dalam sebulan
17.khusyu' dalam membaca Alquran
18.hafal satu juz Alquran
19.komitmen dengan wirit tilawah harian
20.berdoa pada waktu-waktu utama
21.menutup hari-harinya dengan bertaubat dan beristigfar
22.berniat pada setiap melakukan perbuatan
23.merutinkan dzikir pagi hari
24.merutinkan dzikir sore hari
25.dzikir kepada Allah swt dalam setiap keadaan
26.beriktikaf pada bulan ramadahn jika mungkin
27.menggunakan siwak
28.senantiasa menjaga kondisi thaharah jika mungkin

C. MATINUL KHULUQ
1. tidak takabbur
2. tidak imma'ah (asal ikut, tidak punya prisnsip
3. tidak dusta
4. tidak mencaci maki
5. tidak mengadu domba
6. tidak ghibah
7. tidak menjadikan orang buruk sebagai teman/ sahahabat
8. memenuhi janji
9. birrul walidain
10.memiliki ghirah (rasa cemburu )pada keluarganya
11.memiliki ghirah (rasa cemburu) pada agamanya
12.tidak memotong pembicaraan orang lain
13.tidak mencibir dengan isyarat apapun
14.tidak menghina dan meremehkan orang lain
15.menyayangi yang kecil
16.menghormati yang besar
17.menundukkan pandangan
18.menyimpan rahasia
19.menutupi dosa orang lain

D. QADIRUN ALAL KASBI

1. menjauhi sumber penghasilan yang haram
2. menjauhi riba
3. menjauhi judi dengan segala macamnya
4. membayar zakat
5. menjauhi tindak penipuan
6. tidak menunda dalam melaksanakan hak orang lain
7. menabung meskipun sedikit
8. menjaga fasilitas umum
9. menjaga fasilitas khusus

E. MUTSAQAFUL FIKRI

1. baik dalam membaca dan menulis
2. memperhatikan hukum-hukum tilawah
3. mengkaji marhalah makkiyah dan menguasai karakteristiknya
4. mengenal sepuluh sahat yang dijamin masuk surga
5. mengetahui hukum thaharah
6. mengetahui hukum shalat
7. mengetahui hukum puasa
8. menyadari adanya peperangna zionisme terhadap islam
9. mengetahui ghazwaul fikri
10.mengetahui organisasi-organisasi terselubung
11.mengetahui bahaya pembatasan kelahiran
12.berpartisipasi dalam kerja jamai
13.tidak menerima suara-suara miring tentang kita (dai' da'wah dan organisasinya)
14.membaca satu juz tafsir Alquran juz 30
15.menghafalkan separuh arbain 1-20
16.menghafalkan 20 hadits pilihan riyadus shalihin
17.membaca sesuatu yang diluar spesialisasinya 4 jam setiap pekan
18.memperluas wawasan diri dengna sarana-sarana baru
19.menjadi pendengar yang baik
20.mengemukakan pendapatnya.

F. QAWIYUL JISMI

1. bersih badan
2. bersih pakaian
3. bersih tempat tinggal
4. komitmen dengan olah raga 2 jam setiap pekan
5. bangun sebelum fajar
6. memperhatikan tata cara baca yang sehat
7. mencabut diri dari merokok
8. komitmen dengan adab makan dan minum sesuai sunnah
9. tidak berlebihan dalam begadang
10.menghindari tempat-tempat yang kotor dan polusi
11.menghindari tempat-tempat bencana (bila masih diluar area)

G. MUJAHIDUN LINAFSIHI

1. menjauhi segala yang haram
2. menjauhi tempat-tempat maksiat
3. menjauhi tempat-tempat bermain yang haram

H. MUNAZHAM FI SYU'UNIHI
1. tidak menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang menentang islam
2. memperbaiki penampilannya

I. HARISUN 'ALA WAQTIHI

1. bangun pagi
2. menghabiskan waktu dalam belajar

J. NAFI'UN LI GHOIRIHI

1. melaksanakan hak kedua orang tua
2. membantu yang membetuhkan
3. memberi petunjuk orang tersesat
4. ikut berpartisipasi dalam kegembiraan
5. menikah dengan pasangan yang sesuai.